Hukum Mengulang Shalat Jumat dengan Shalat Zuhur

Hukum Mengulang Shalat Jumat dengan Shalat Zuhur

Hukum Mengulang Shalat Jumat dengan Shalat Zuhur

Artikel ini disarikan dari pertanyaan di sebuah video dari Buya Yahya, Pengasuh Lembaga Pendidikan Dakwah AlBahjah Cirebon

Pertanyaan

Buya Yahya, Pengasuh Lembaga Pendidikan Dakwah AlBahjah Cirebon
Assalamualaikum WR. WB.
Buya yahya yang saya hormati, di kampung saya ada kebiasaan Shalat dzuhur yang dilaksanakan setelah Shalat jumat. Yang ingin saya tanyakan, Apakah itu termasuk dalam Syariat Islam atau bukan? Mohon penjelasannya Buya yahya.

Jawaban

WassalamuAlaikum WR. WB.

Di dalam menjalankan ibadah harus ada tuntunannya agar ibadah itu diterima oleh Allah SWT, dan tuntunan tersebut adalah kitab Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Dan untuk memahami kitab Allah dan Sunnah Nabi kita harus kembali kepada Ulama yang mereka adalah orangorang yang lebih tahu tentang AlQuran dan hadist Nabi Muhammad SAW. Penjelasan para ulama tersebut termaktub di dalam kitabkitab yang sangat mudah bagi kita untuk mengambilnya. Khusus masyarakat Indonesia mereka adalah umat yang terbiasa mengikuti ulama yang bermadzhab Syafii yang pemikiran mereka tertuang dalam kitab fiqihfiqih Syafii.

Maka dalam hal ibadahpun semestinya kita harus kembali pada kitabkitab tsb, kalau kita cermati dari pertanyaan diatas, mengulang Shalat jumat dengan Shalat dhuhur adalah tidak dibenarkan kecuali Jika keabsahan Shalat jumat tersebut diragukan atau diperselisihkan oleh para ulama.

Itulah kebiasaan para ulama terdahulu untuk mengambil sikap berhatihati yaitu dengan mengulang shalat jumat dengan shalat dzuhur. Misalnya disaat rukun khotbah tidak terpenuhi atau Shalat jumat dilaksanakan dengan tidak memenuhi syarat menurut sebagian madzhab seperti jika kita yang berMadzhab syafii melakukan Shalat jumat dengan bilangan yang ragu kepastiannya sudah mencapi 40 orang dari penghuni tetap daerah tersebut atau belum mencapai, maka di saat seperti ini kita dihimbau bahkan sebagian ulama mewajibkan kita untuk mengulang dengan Shalat Dzuhur. Hal semacam ini dilakukan para ulama untuk keluar dari khilaf .

Akan tetapi jika Shalat jumat telah terpenuhi syarat keabsahannya maka tidak perlu bahkan tidak boleh kita untuk mengulang Shalat jumat dengan Shalat Dzuhur, bahkan lebih dari itu hal ini menjadi dosa dan merepotkan orang awam yang sangat tidak sesuai dengan kemudahan syariat Islam.

Sebaiknya yang biasa melakukannya segera meninjau kembali secara ilmiyah jangan sampai melakukan sesuatu yang salah diduga ada pahalanya ternyata justru dosa. Kita ini memang orang yang bertaqlid akan tetapi kami himbau khususnya kepada para pembimbing dan ustadz dalam bertaqlidpun harus ada wawasan dengan membaca ilmu para ulama melalui kitabkitab mereka jangan asal ikutikutan. Semoga Allah mengmpuni kita semua!!!
Wallahu Alam BishShowab

About the Author: Hafidz

Seorang Santri, penikmat sejarah, penyuka buku dan tulisan. Saat ini mencoba mengembangkan situs blog Radardakwah.com ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *